Warung Bebas

Selasa, 25 Februari 2014

Otonomi, Otoriter, dan Rekonsiliasi

Kata otonomi merupakan bentuk serapan, melalui penyesuaian ejaan, tanpa mengabaikan lafal, dari kata bahasa Belanda autonomie dengan pengertian 'pemerintah sendiri'. Jika dipasangkan dengan kata daerah, terbentuklah istilah baru otonomi daerah. Gabungan kata otonomi daerah menyiratkan makna 'hak, wewenang, dan kewajiban daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangga sendiri sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku'. Otoriter berarti 'berkuasa sendiri atau sewenang-wenang dengan tidak mengindahkan hak orang lain. Rekonsiliasi adalah 'perbuatan memulihkan pada keadaan semula atau perbuatan memperbarui seperti semua'.
http://id.wikisource.org/wiki/Buku_Praktis_Bahasa_Indonesia_2

Rekayasa

Dalam bahasa Inggris terdapat istilah technical engineering. Di dalam bahasa Indonesia konsep istilah itu dipadankan dengan istilah rekayasa teknik. Kata rekayasa dalam konteks itu bermakna 'hasil pekerjaan, perbuatan, atau tindakan melakukan upaya perencanaan dan pelaksanaan tentang sesuatu yang sesuai dengan tujuan dan harapan berdasarkan kaidah keilmuan". Beranalogi dengan rekayasa teknik itu, pengguna bahasa Indonesia membentuk istilah baru sebagai berikut. Rekayasa bentuk, yaitu 'hasil pekerjaan, perbuatan, atau tindakan melakukan upaya perencanaan dan pelaksanaan tentang sesuatu yang sesuai dengan tujuan dan harapan berdasarkan kaidah teknologi bangun. Rekayasa hukum, yaitu 'hasil pekerjaan, perbuatan atau tindakan melakukan upaya perencanaan dan pelaksanaan tentang sesuatu yang sesuai dengan tujuan dan harapan berdasarkan kaidah ilmu hukum'. Rekayasa tani, yaitu 'hasil pekerjaan, perbuatan, atau tindakan melakukan upaya perencanaan dan pelaksanaan tentang sesuatu yang sesuai dengan tujuan dan harapan berdasarkan kaidah ilmu bidang pertanian'.
http://id.wikisource.org/wiki/Buku_Praktis_Bahasa_Indonesia_2

Komunike, Amandemen, Referendum, dan Federal

Permasalahan
Pada akhir Orde Baru dan masa awal era reformasi di berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik, sering digunakan kata-kata yang tampak baru, seperti komunike, amendemen, referedum, dan federal. Sebenarnya, kata-kata itu bukan kata baru karena di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sudah ada. Kata-kata itu, harus dicermati penggunaanya agar sesuai dengan maknanya.
Penjelasan
Komunike diserap dari bahasa Inggris "communique" dengan proses penyesuaian ejaan. Kata itu bermakna 'pengumuman atau pemberitahuan secara resmi dari pemerintah (di surat kabar), biasanya sesudah selesai pertemuan diplomatik atau sesudah selesai kegiatan militer'. Berdasarkan perkembangan pemakaiannya, kata komunike juga digunakan oleh para tokoh partai atau kelompok politisi, yang bukan bagian dari pemerintah. Perhatikan contoh kalimat berikut.
Kelompok oposisi itu telah mengeluarkan komunike bersama yang berisi sepuluh tuntutan terhadap negara.
Dalam hal itu, komunike berarti 'pemberitahuan resmi dari kelompok oposisi yang telah menjalin kesepakatan bersama'.
Amendemen diserap dari bahasa Inggris "amendement". Kata itu dituliskan amendemen, bukan amandemen. Amendemen berarti (1) 'usul perubahan rancangan undang-undang yang dibicarakan dalam dewan perwakilan rakyat' dan (2) 'penambahan pada bagian yang sudah ada'. Arti yang pertama yang sering digunakan, seperti pada contoh kalimat berikut.
Amendemen terhadap Undang-Undang Dasar 1945 pada era reformasi ini bukanlah hal yang tabu.
Referendum diserap dari bahasa Inggris "referendum" tanpa perubahan penulisannya. Referendum berarti 'penyerahan suatu masalah kepada orang banyak supaya mereka menentukannya (tidak diputuskan oleh rapat atau oleh parlemen); penyerahan suatu persoalan supaya diputuskan melalui pemungutan suara umum (semua anggota perkumpulan atau segenap rakyat)'. Perhatikan contoh kalimat berikut.
Sudah dilakukan referendum di Timor Timur, hasilnya sangat mengejutkan masyarakat Indonesia.
Federal diserap dari bahasa Inggris "federal" tanpa perubahan. Federal berarti 'bersifat federasi', atau 'berpemerintahan sipil, yaitu beberapa negara bagian membentuk kesatuan dan setiap negara bagian memiliki kebebasan untuk mengurus persoalan di dalam negerinya. Federal dibedakan dengan federasi karena federasi berarti 'gabungan beberapa negara bagian yang dikoordinasi oleh pemerintah pusat yang mengurus kepentingan nasional seluruhnya (seperti keuangan, urusan luar negeri, dan pertahanan)'. Kelompok kata yang lazim adalah negara federal, bukan negara federasi. Perhatikan kalimat berikut.
Salah satu tokoh di Indonesia ingin membentuk negara federal.
http://id.wikisource.org/wiki/Buku_Praktis_Bahasa_Indonesia_2

Senat

Senat (bahasa Inggris: "senate") adalah badan atau perwakilan yang memiliki pertimbangan mendalam dan memiliki fungsi legistatif.
  • Senat mahasiswa adalah badan yang terdiri atas wakil mahasiswa di sebuah universitas yang memiliki pertimbangan yang mendalam atas langkah kebijakan kemahasiswaan.
  • Senat fakultas adalah badan legislatif tertinggi di fakultas yang terdiri atas dekan, pembantu dekan, dan wakil pengajar yang ditunjuk sebagai anggota yang memiliki kewenangan tertinggi di tingkat fakultas serta memiliki pertimbangan yang mendalam atas langkah kebijakan fakultas demi menjaga aturan dan standar mutu akademis.
  • Senat guru besar adalah lembaga legislatif tertinggi di universitas yang terdiri atas guru besar yang memiliki kewenangan tertinggi di tingkat perguruan tinggi serta memiliki pertimbangan yang mendalam atas langkah kebijakan akademis demi menjaga aturan dan standar mutu akademis.
  • Senat Amerika Serikat adalah lembaga kekuasaan tertinggi di Amerika Serikat yang terdiri atas wakil-wakil rakyat Amerika Serikat yang berfungsi sebagai badan legislatif. Di Indonesia, badan yang serupa dengan senat AS itu adalah Dewan Perwakilan Rakyat atau Majelis Permusyawaratan Rakyat.
  • http://id.wikisource.org/wiki/Buku_Praktis_Bahasa_Indonesia_2

Demikian, Sebagai Berikut, Di Bawah Ini

Adzan Maghrib

Permasalahan
Tulisan adzan maghrib sering digunakan pada media massa, baik media cetak maupun media elektronik. Informasi tentang saatnya salat magrib, bagi penganut agama Islam, pada media televisi sering dibarengi suara azan magrib, yang ditulis dengan ejaan adzan maghrib atau azan magrib. Tampilan kedua bentuk tulisan yang berbeda untuk satu kata yang sama itu dapat menimbulkan pertanyaan bagi para pemakai bahasa, yaitu bentuk tulisan manakah yang tepat dari kedua bentuk tulisan yang ditayangkan pada televisi itu.
Penjelasan
Kata azan dan magrib adalah kata serapan dari bahasa Arab. Kedua kata itu sudah lazim digunakan di dalam kegiatan berbahasa sehari-hari. Kata serapan itu harus tunduk pada kaidah penulisan kata serapan seperti yang diatur di dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Menurut aturan yang berlaku, dalam bahasa Indonesia terdapat gabungan huruf yang melambangkan satu konsonan, yaitu <kh>, <sy>, <ng>, dan <ny>, seperti pada kata khusus, syarat, ngilu, dan nyeri. Konsonan <dz> dan <gh> tidak terdapat pada sistem ejaan bahasa Indonesia. Lalu, bagaimana mengeja kata Arab yang mengandung huruf zal ( ذ ) dan gain ( غ ) seperti pada kata azan dan magrib?
Di dalam bahasa Indonesia ada sejumlah kata yang berasal dari bahasa Arab yang mengandung huruf zal dan gain seperti di bawah ini.
        {{wikt|zat}} – zat      ( ذات ) {{wikt|gaib}} – gaib    (غائب  )
        {{wikt|zikir}} – zikir  (  ذكر) {{wikt|gairah}} – gairah( غيرة )
        {{wikt|uzur}} – uzur    (عذر )  {{wikt|logat}} – lugat  ( لغة )
Di dalam kaidah ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan, huruf zal ( ذ ) dari bahasa Arab menjadi z di dalam bahasa Indonesia dan huruf gain (غ ) menjadi g. Jadi, ejaan yang betul untuk kedua kata serapan Arab tersebut ialah azan dan magrib.
http://id.wikisource.org/wiki/Buku_Praktis_Bahasa_Indonesia_2

Melengkapi Kekurangan

Permasalahan
Orang sering menganggap bahwa kalimat yang strukturnya lengkap sudah merupakan kalimat yang benar. Anggapan itu memang ada benarnya sebab salah satu syarat kalimat yang benar memang strukturnya harus lengkap, misalnya ada subjek dan predikat (SP) atau subjek, predikat, dan objek (SPO). Unsur penting yang sering kurang diperhatikan adalah pernalaran. Akibatnya, sering ditemukan kalimat sebagai berikut.
  1. Laporan ini terutama ditujukan untuk melengkapi kekurangan laporan pada semester yang lalu. Oleh karena itu, laporan ini hanya berisi teknis pelaksanaan kegiatan.
Penjelasan
Pada kalimat di atas terdapat kesalahan pernalaran. Perhatikan makna bagian kalimat melengkapi kekurangan laporan semester yang lalu. Kita dapat bertanya "Apakah yang menjadi lengkap dengan hadirnya laporan itu?" Jawabnya, yang menjadi lengkap tentulah kekurangan. Artinya, kekurangan yang ada akan bertambah lengkap. Padahal, yang dimaksudkan oleh penulis laporan itu ialah bahwa laporan itu untuk melengkapi laporan semester yang lalu sehingga kekurangan pada laporan itu dapat teratasi atau kekurangan pada laporan itu akan menjadi tinggal sedikit. Oleh karena itu, kalimat (1) itu dapat diperbaiki menjadi sebagai berikut.
  1. Laporan ini terutama dimaksudkan untuk melengkapi materi laporan pada semester yang lalu. Oleh karena itu, laporan ini hanya berisi teknis pelaksanaan kegiatan.
  2. Laporan ini terutama dimaksudkan untuk mengatasi kekurangan laporan pada semester yang lalu. Oleh karena itu, laporan ini hanya berisi teknis pelaksanaan kegiatan.
Kesalahan lain terdapat pada contoh berikut.
  1. Dokter di rumah sakit ini selalu berusaha keras menyembuhkan penyakit pasiennya.
  2. Ternyata Joko tidak saja dapat mengejar ketinggalannya, tetapi juga dapat memimpin pertandingan.
Pada contoh (1) di atas terdapat kesalahan karena yang akan disembuhkan ialah penyakit pasien, bukan pasien. Penyembuhan itu dilakukan dengan cara membasmi penyakit. Pada contoh (2) yang dikejar oleh Joko adalah nilai lawannya, bukan selisih nilai tertinggal antara Joko dan lawannya. Dengan demikian, kedua kalimat di atas dapat diperbaiki sebagai berikut.
  1. Dokter di rumah sakit itu selalu berusaha keras menyembuhkan pasiennya.
  2. Dokter di rumah sakit itu selalu berusaha keras membasmi penyakit pasiennya.
  3. Ternyata Joko tidak saja dapat mengejar nilai lawan(nya), tetapi juga sekarang dapat memimpin pertandingan.
  4. Ternyata Joko tidak saja dapat mengejar kemajuan lawannya, tetapi juga dapat memimpin pertandingan.
  5. Penduduk desa berbaris dengan tertib di tepi jalan menunggu iring-iringan jenazah Pak Sumo, warga desa mereka yang malang.
  6. Larutan ini dapat menghilangkan sariawan, panas dalam, hidung tersumbat, dan bibir pecah-pecah.
Pada kalimat (5) di atas terdapat informasi yang tidak masuk akal, yaitu iring-iringan jenazah Pak Sumo. Bukankah iring-iringan jenazah berarti jenazah yang berjalan beriring-iringan? Arti pernyataan itu tidak masuk akal karena jenazah tidak dapat berjalan. Biasanya, yang beriringan itu ialah orang-orang yang mengantar usungan jenazah menuju kepemakaman. Oleh karena itu, kalimat (5) dapat diperbaiki sebagai berikut.
Pendudukan desa berbaris dengan tertib di tepi jalan menunggu iring-iringan pengantar jenazah Pak Sumo, warga desa yang malang.
Pada kalimat (6) seharusnya yang akan dihilangkan ialah sariawan dan panas dalam, sedang hidung tersumbat dan bibir pecah-pecah tentu harus disembuhkan, bukan dihilangkan. Lihat perbaikan berikut.
Larutan itu dapat menghilang sariawan dan panas dalam serta dapat menyembuhkan hidung tersumbat dan bibit pecah-pecah. 
http://id.wikisource.org/wiki/Buku_Praktis_Bahasa_Indonesia_2